Sabtu, 13 April 2013

PENGENALAN ALAT


BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Pada saat sekarang ini ,dengan berkembangnnya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggi pula rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada mikrooorganisme yang tak dapat di lihat dengan mata telanjang/ berukuran kecil. Dari hal inilah muncul ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi. Para peniliti mulai mencari tahu akan apa yang terkandunng pada mikroorganisme tersebut. Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentunya menggunakan teknik atau cara- cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium mikrobiologi serta teknik/ cara penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian tersebut.
Hal ini dilakukan untuk memuddahkan berlangsungkan suatu penelitian. Alat-alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi juga harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman serta bakteri, virus dan jamur. Dan untuk mensterilkannya diperlukan pula pengetahuan tentang cara- cara / teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat- alat yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi memiliki teknik sterilisasi yang berbeda .
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengetahui teknik pengenalan, penyiapan dan penggunaan serta fungsi dan prinsip kerja setiap alat laboratorium mikrobiologi.Selain itu pula untuk mengetahui teknik sterilisasi dari alat-alat tersebut.

B.    Rumusan Masalah
1.    Alat-alat apakah yang digunakan dilaboratorium mikrobiologi farmasi ?
2.    Bagai mana fungsi dan prinsip kerja dari alat-alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi farmasi  ?
C.    Maksud Percobaan
Mengelompokkan alat-alat laboratorium berdasarkan prinsip kerja, fungsi dan kegunaannya.
D.   Tujuan Percobaan
1.    Agar mahasiswa mengetahui alat – alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi farmasi
2.    Menentukan cara penggunaan dan prinsip kerja alat yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi farmasi
3.    Untuk membedakan alat-alat dalam laboratoium mikrobiologi farmasi berdasarkan fungsinya
4.    Untuk mengetahui teknik penyiapan serta penggunaan alat- alat tersebut dengan baik.
5.    Untuk mengetahui teknik/cara sterilisasi alat- alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi.


E.    Manfaat Praktikum
Agar kita tahu nama alat yang digunakan dan paham fungsi atau kegunaan serta  prinsip kerja alat-alat yang digunakan dalam laboratorium farmasi.

F.     Kerangka Pikir
Alat-alat Mikrobiologi
 

     

Pengamatan
Penjelasan
 






Prosedur Kerja                        Kegunaan                                  Pengelompokkan
Pembahasan
Kesimpulan
 




                                                                                              




BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya. Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph,barograph ( Moningka, 2008).
Dari uraian tersebut,tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Moningka,2008).
Antonie Van Leuwenhook adalah orang yang pertama kali melihat bakteri dengan menggunakan instrumen optik yang terdiri atas lensa bikonvens. Pada waktu itu ia menemukan bakteri dalam berbagai cairan, diantara cairan tubuh, air, ekstrak lada, serta bir. Penemuan mikroskop pada waktu itu membuka peluang unttuk dilakukannya penelitian mengenai proses terjadinya fermentasi dan penemuan jasad renik penyebab penyakit (Ferdias, 1992).
Mikroskop adalah alat yang paling khas dalam laboratorium mikrobiologi yang memberikan perbesaran yang membuat kita dapat melihat struktur mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop yang tersedia menungkinkan jangkauan perbesaran yang luas dari beberapa kali hingga ribuan kali (Lay,1994).
Adapun alat-alat yang dipergunakan pada laboratorium mikrobiologi antara lain (Blacksweetranger,2008) :
Ø  Mikroskop Cahaya (Brightfield Microscope)
Salah satu alat untuk melihat sel mikroorganisme adalah mikroskop cahaya. Dengan mikroskop kita dapat mengamati sel bakteri yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1 mm. berikut merupakan uraian tentang cara penggunaan bagian-bagiandan spesifikasi mikroskop cahaya merk Olympus CH20 yang dimiliki Laboratorium Mikrobiologi.
Ø  Autoklaf
Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC.
Ø  Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk inkubator produksi Heraeus B5042 misalnya adalah 10-70oC.
Ø  Colony counter
Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset.
Ø  Biological Safety Cabinet
Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan.
Ø  Mikropipet (Micropippete) dan Tip
Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 µl. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 µl. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip.
Ø  Cawan Petri (Petri Dish)
Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml.
Ø  Tabung reaksi (Reaction Tube / Test Tube)
Di dalam mikrobiologi, tabung reaksi digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas, tutup metal, tutup plastik atau aluminium foil. Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya, yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). Untuk membuat agar miring, perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. Untuk alasan efisiensi, media yang ditambahkan berkisar 10-12 ml tiap tabung.
Ø  Labu Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask)
Berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 25 ml, 50 ml, 100 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, 1000 ml, dsb.
Ø  Gelas ukur (Graduated Cylinder)
Berguna untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan.


Ø  Tabung Durham
Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan berfungsi untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk akibat metabolisme pada bakteri yang diujikan. Penempatannya terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara).
Ø  Jarum Inokulum
Jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop/transfer loop, dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle/Transfer needle. Inoculating loop cocok untuk melakukan streak di permukaan agar, sedangkan inoculating needle cocok digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating).
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi (Indra, 2008) :
1.    Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22 mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik.
2.    Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
·         Pemanasan
a. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll.
b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll.
c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidras.
d. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf.
·         Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV
3.  Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.

BAB III
KAJIAN PRAKTIKUM
A.   ALAT YANG DIPAKAI
Alat-alat yang dipakai antara lain autoklaf, botol penyemprot penampak bercak, botol reagen, botol semprot aquadest, botol semprot alcohol, cawan petri, chamber, penotol, lempeng klt, colony counter, drigalsky, spoit, pinset, eksikator, enkas, gegep kayu dan gegep besi, gelas arloji, batang pengaduk, gelas erlenmeyer, gelas beker dan corong, gelas ukur,sendok tanduk dan sendok stanles, inkubator aerob, jangka sorong, kertas ph universal, kulkas, kompor gas, laminating air flow (laf), lampu spiritus, lumpang dan alu, mikropipet, mikroskop cahaya, mikroskop listrik, objek dan deck gelas, oven, pencadang, disk blank dan paper disk, Ph meter, spatel, jarum preparat, ose bulat, lurus, shaker 01 dan 02, spektofotometri, tabung reaksi, tabung durham dan rak tabung, thermometer, timbangan analitik, timbangan o"haouss, vial/ flakon dan labu takar.

B. CARA KERJA
1.    Diamati alat-alat laboratorium
2.    Dicatat nama-nama alat
3.    Digambar alat-alat laboratorium
4.    Dicatat prinsip kerja,kegunaan, dan bagian-bagian alat.

BAB IV
KAJIAN HASIL PRAKTIKUM
A.   Hasil Praktikum
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
 














Alat : Oven
Keterangan:
1. Pengaturan suhu
2. Tombol untuk 
     menyalakan        
3. Pengaturan waktu
4. Rak untuk sample
5. Pintu



Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
         













Alat : Autoklaf
Keterangan:
1.    Alat Pengatur tekanan
2.    Alat Pembuang Uap
3.    Alat Pengaman Tekanan
4.    Pegangan
5.    Sekrup Pengunci
6.    Dandang




Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       















Alat : Botol eluen
Keterangan:
1. Tutup
2. Wadah








Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      















Alat : Botol erlenmeyer penampak bercak dlm
Keterangan:
1. Penampak bercak
2. Wadah
3. selang
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia

















Alat : Kulkas

Keterangan :
1.    Pintu
2.    Handle
3.    kaki







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       






Alat : Colony counter
Keterangan:
1. Save
2. Corret
3. Average
4. Lensa Cembung
5. Plastik





Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia








Alat : Chamber
Keterangan:
1. wadah









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia

       






Alat : Handspray


Keterangan
1. Wadah larutan
2. Spray








Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia








Alat : Enkas
Keterangan:
1. Kaca transparan
2. Pintu
3. Lubang memasukkan
    tangan / jendela






Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       








Alat : Lampu UV


Keterangan:
1. Lubang memasukkan
    tangan / jendela
2. Bola lampu UV







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       






Alat : Inkubator
Keterangan:
1. Pengatur Suhu
                                                                                       2. Power
                                                                                       3. Rak untuk sample
                                                                                       4. Pintu

















Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
Alat : Mikroskop cahaya
Keterangan:
1 Lensa okuler
2. Tubus
3. Tabung tubus
4. Penggerak kasar
5. Lensa Objektif
6. Lensa Okuler
7. Cermin
 8. Alas mikroskop
9. Meja preparat













Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia








Alat : Mikroskop listrik
Keterangan:
1.    Lensa okuler
2.    Tabung tubus
3.    Revolver
4.    Meja preparat
5.    Lensa objektif
6.    Kondensor
7.    Alas mikroskop
8.    Penggerak halus
9.    Penggerak kasar












Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      







Alat : Erlenmeyer
Keterangan:
1. Skala
2. Wadah
 3. mulut erlemeyer








Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Gelas kimia
Keterangan:
1. Skala
2. Wadah
 3. mulut geles kimia








Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Gegep besi
Keterangan:
1. Pegangan
2. Bagian untuk menjepit








Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia








Alat : Gegep kayu
Keterangan:
1. Pegangan
2. Bagian untuk menjepit









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Gelas ukur
Keterangan:
1. Skala
2. Kaki / alas gelas ukur
3. Wadah







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
     







Alat : Labu ukur
Keterangan:
1. Tutup
2. Skala
3. Wadah






Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       








Alat : Sperktrofotometri


Keterangan:
1.. Tempat kufet
2. Tombol on/off
3. Kabel







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       






Alat : Laminar air flow

Keterangan:
1. Penyaring
2. Tempat penyimpanan
    mikroba
3. Tombol pengatur
    (on/of)



Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
    







Alat : Kertas pH universal
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      







Alat : pH meter

Keterangan:
1. Layar pH
2. pH meter
                                   

Keterangan:

 

1. Kertas pH
















Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
    








Alat : Timbangan analitik
Keterangan:
1. Tombol on/of
7. Pintu
8. Kabel
9. wadah


Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       


















Alat : Timbangan O’Houss








Keterangan:
1. Kaki timbangan
2. Skala
3. Tempat  / wadah
4. Anak timbangan


Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
   








Alat : Corong
Keterangan:
1.    Mulut corong
2.    kaki corong









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
   






Alat : Bunsen
Keterangan:
1. Sumbu
2. Wadah
3. Penutup







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia









Alat : Spoit
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Botol semprot
Keterangan:
1. Skala
2. Penekan larutan
3. wadah







Keterangan:
                        1. Wadah
                                                           2. Selang Spray









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia









Alat : Pipet mikro
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      







Alat : Pipet pengisap
Keterangan:
1. Pipet
2. Penekan pipet
3. Tempat pipet mikro







Keterangan:
                                                                       1. Selang
                                                                        2. Balom karet pengisap








Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
    








Alat : Spatel besi
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Setan besi
Keterangan:
1. Spatel










Keterangan:
           1. Sendok tanduk









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Tabung durham
Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
     







Alat : Tabung reaksi
Keterangan:
1. Tabung durham

Keterangan:
1. Tabung reaksi






Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia

       







Alat: Patron

Keterangan:
1. Patron










Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
  







Alat : Pencadang
Keterangan:
1. Pencadang



           




Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Pinset

Keterangan:
1. Pinset









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Pipa kapiler
Keterangan:
1. Pipa kapiler









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Botol reagen

Keterangan:
1. Wadah
2. Tutup
3. Karet penghisap







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
   








Alat : Cawan Petri
Keterangan:
1. Tutup
2. Wadah









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia











Alat : Eksikator
Keterangan:
1. Tutup
2. Wadah







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Jangka sorong
Keterangan:
1. Skala
2. Penjepit
3. Skrup pemutar







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
  








Alat : Corong pisah
Keterangan:
1. Tutup
2. Skrup
3. Wadah









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia







Alat : Botol penampak bercak
Keterangan:
1. Tutup
2. Wadah
3. Penampak bercak






Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
       







Alat : Lempeng

Keterangan:
1. Lempeng










Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      








Alat : Glidar sky
Keterangan:
4.    Pegangan
5.    Segitiga (perata)









Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
    








Alat: Kompor gas
 

Keterangan :

1.    Pengatur api
2.    Tangas
3.    Wadah






Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
    







Alat : Rak Tabung

Keterangan :

1.              Tempat tabung
2.              Kaki rak






Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      







Alat : Jarum preparat

 


Keterangan:
  1. Pegangan
  2. Jarum







Laboratorium Mikrobiologi Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
      







Alat : objek dan deck glas

  

Keterangan :

1. Objek glas
2. Deck glas









B.    Pembahasan
            Alat-alat yang digunakan pada praktikum mikrobiologi farmasi merupakan alat-alat yang memang khusus disiapkan untuk kelancarn praktikum. Alat-alat tersebut merupakan faktor utama yang harus disiapkan sebelum melakukan praktikum, baik alat-alat yang besar maupun alat-alat yang ukurannya kecil. Dimana masing-masing alat tersebut memiliki kegunaan yang berbeda-beda.
Cara pensterilan masing-masing alat tentunya berbeda-beda tergantung pada jenis alatnya. Adapun pengelompokan alat-alat dalam laboratorium mikrobiologi adalah:
a)    Alat sterilisasi terdiri atas :
      1.   Autoklaf
Prinsip dari otoklaf adalah terjadinya koagulasi yang lebih cepat dalam keadaan basah dibandingkan dengan keadaan kering. Harus diperhatikan bahwa dalam sterilisasi dengan otoklaf udara harus dikeluarkan terlebih dahulu sebelum klep ditutup, sehingga di dalamnya hanya terdapat uap panas, uap panas inilah yang memiliki daya kerja sterilisasi. Bila terdapat udara selain uap panas, maka suhu yang dicapai tidak dapat mematikan spora.
Panas lembab sangat efektif meskipun pada suhu yang tidak begitu tinggi, karena ketika uap air berkondensasi pada bahan-bahan yang disterilkan, dilepaskan panas sebanyak 686 kalori per gram uap air pada suhu 121 oC. Panas ini yang akan mendenaturasikan atau mengkoagulasikan protein pada mikrooragnisme hidup dan dengan demikian mematikannya. Maka sterilisasi basah dapat digunakan untuk mensterilkan bahan apa saja yang dapat ditembus uap air dan tidak rusak bila dipanaskan pada suhu 110 oC  dan 120 oC.
    2..    Oven
                        Digunakan sebagai alat sterilisasi panas kering dengan temperatur 170-180 oC. Keuntungan dari cara ini ialah tidak adanya uap air yang membasahi bahan/alat yang disterilkan. Selain itu peralatan yang digunakan untuk sterilisasi dengan uap kering (oven) lebih murah dibandingkan dengan uap basah. Namun demikian, tidak semua bahan/alat dapat disterilkan dengan cara ini. Bahan yang terbuat dari karet atau plastik tidak dapat disterilkan dengan uap kering.
 3. Inkubator
Digunakan untuk membunuh atau meremajakan mikroorganisme pada suhu tertentu.
b)    Alat aseptic terdiri atas:
1.   Enkas
                        Prinsip kerja dari alat ini yaitu pengukuran secara aseptis berdasarkan berkurangnya kontaminasi mikroorganisme karena system ini dalam keadaan tertutup. Enkas sebelum digunakan seluruh dinding dan dasar enkas dibersihkan lalu disemprotkan dengan alkohol 70%, didiamkan sekitar 30 menit sebelum digunakan.
2.    LAF (Laminar Air Flow)
                      Alat ini berbentuk seperti meja, digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaaan secara aseptis. Prinsip kerjanya adalah pengaseptisan suatu ruangan berdasarkan aliran udara laminar (lurus/beraturan) secara horizontal dari dalam keluar sehingga kontaminasi udara dapat diminimalkan.
c)    Alat/wadah pertumbuhan bakteri terdiri atas:
1. Cawan Petri
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai wadah medium padat untuk menumbuhkan mikroba. Cara sterilisasi alat ini, jika dalam keadaan kosong dimasukkan dalam oven, dengan sebelumnya dibungkus dengan menggunakan kertas, bagian putihnya di dalam. Hal ini dilakukan agar tinta pada kertas tidak melengket pada alat. Cara membungkus cawan petri seperti membungkus kado. Jika cawan petri berisi maka, cawan dimasukkan dalam autoklaf.
2. Tabung reaksi
         Digunakan sebagai wadah medium padat untuk menumbuhkan mikroba
d)    Alat ukur terdiri atas:
1.   Erlenmeyer
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai tempat pencampuran atau melarutkan medium. Cara sterilisasinya yaitu bila kosong disterilisasi dengan oven, sedangkan jika berisi disterilisasi dengan autoklaf. Sebelum disterilkan, terlebih dahulu mulut erlenmeyer ditutup dengan kapas.
2.  Gelas Ukur
      Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai pengukur volume cairan yang akan digunakan secara akurat. Cara sterilisasinya di dalam autoklaf, ditutup dengan kertas lalu diikat dengan benang godam.
3.   Labu ukur
Terbuat dari kaca yang digunakan untuk mengukur volume zat dengan tepat. Cara mensterilkannya di dalam autoklaf, sebelumnya di bungkus kertas dengan cara melilitkan kertas sehingga semua permukaannya tertutup.
4.  Pipet Skala
Terbuat dari kaca yang berfungsi untuk mengambil cairan per cc. Pipet skala disterilkan dalam autoklaf. Sebelum disterilkan, pipet harus dibungkus dengan kertas, dengan bagian putih ditempatkan bagian luar untuk menghindari adanya tinta yang melengket pada alat.
5.  Pipet Volume
Berfungsi sebagai alat untuk mengambil zat cairan sesuai dengan volume yang dibutuhkan. Pipet pipet volum disterilkan dalam autoklaf. Sebelum disterilkan, pipet harus dibungkus dengan kertas, dengan bagian putih ditempatkan bagian luar untuk menghindari adanya tinta yang melengket pada alat. Khusus untuk pipet volum, pada saat membuka setelah sterilisasi, pipet hendaknya dibuka dahulu pada bagian atas untuk mengurangi kontaminasi
6.  Spektrofotometer UV
Spektrofotometer UV digunakan untuk mengukur kuantitas dari suatu zat berdasarkan absorbsi zat tersebut pada panjang gelombang yang ditentukan. Prinsip kerjanya yaitu cahaya polikromatik dari sumber diubah menjadi cahaya monokromatik oleh monokromator alat spektrofotometer dilewatkan ke suatu sampel di mana sebagian cahaya lagi diteruskan dan tercatat sebagai transmitan. Terdiri atas power dan pengatur pengukuran absorban/transmitan, pengarah angka nol, pengatur panjang gelombang, tempat sampel, pengarah kasar, dan pengarah halus zero untuk mensetkan angka nol.
      Cara pengukuran sampel pada spektofotometer ini adalah apabila absorban telah menunjukkan angka nol dan transmitannya menunjukkan angka 100, setelah itu dimasukkan larutan blangko diukur sampai 100 kemudian dikeluarkan dan dimasukkan larutan sampel dan dibaca sampai berhenti transmitannya.
Alat-alat lain :
1.       Pinset
Digunakan untuk meletakkan pencadang dan paper disk diatas medium. Cara mensterilkan yaitu dengan membakar ujungnya di atas lampu spiritus.
2.    Rak tabung
Rak tabung terbuat dari kayu, berfungsi sebagai tempat penyimpanan tabung reaksi.Tabung durham
Terbuat dari kaca yang digunakan sebagai tempat menampung gas hasil fermentasi mikroba. Cara sterilisasinya yaitu dengan dibungkus dengan kertas lalu dimasukkan dalam autoklaf.
3. Lampu UV
Untuk membunuh bakteri dengan menggunakan sinar UV dan untuk melihat pemisahan noda.
         4. Kulkas medium
Digunakan untuk menyimpan medium.
         5. Kulkas bakteri
Digunakan untuk menyimpan bakteri dalam wadah erlemeyer.
         6.Lampu spritus
Digunakan untuk meminimalisir kontaminasi mikroba berdasarkan proses denaturasi akibat fiksasi dan pemijaran dengan nyala api langsung.
         7.Chamber
Digunakan untuk mengelusi (proses elusi) yang bertujuan untuk menarik komponen senyawa dari bwah ke atas atau naik ke atas.
8.  Spoit
Digunakan untuk mengambil sampel, medium dan bakteri.
9.  Pipa kapiler
Digunakan untuk penotolan dari ekstrak ke lempeng

10. Spatel
Digunakan untuk mengambil sediaan yang telah digerus atau
meratakan sediaan diatas medium
11. Lempeng KLT
Digunakan untuk melihat bercak noda pada saat setelah mengelusi yang wadahnya terbuat dari alumunium foil dan bagian atasnya slikagel.
12. Botol penampak bercak
Digunakan untuk menyemprotkan larutan penampak bercak yang bertujuan untuk mengidentifikasi suatu komponen senyawa pada suatu tanaman.
13. Gegep kayu
Digunakan pada saat pemijaran diatas api dan juga digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat pemijaran di api.
14. Hair dryer
Digunakan untuk pengeringan suatu bercak yang telah ditotol atau untuk mengeringkan suatu alat.
15.Botol eluent
Sebagai wadah eluent (berupa pencampuran 2 larutan yang akan bercampur menjadi 1 misalnya metanol dan kloroform 1:1.
 16. Corong pisah
Digunakan untuk memisahkan dua lapisan yang berbeda.
         17. Kuvet
Digunakan untuk mengukur transmitan dengan absorban.
          18.Botol drop
Digunakan unuk menyimpan larutan (autoklaf).
19.Jangka sorong
Digunakan untuk mengukur zona dengan hambatan (oligodinamik) dari bakteri.
         20. Mikro pipet
Digunakan untuk mengambil suspensi biakan mikroba uji.
21.Tabung durham
Digunakan untuk pengujian MPN untuk mengetahui adanya bakteri eserchia coli yang ditandai dengan perubahan warna dari hijau ke kuning, adanya gelembung gas dan terjadinya kekeruhan.
         22. Isolasi bakteri
Digunakan untuk memisahkan supernatan dan pollet.
23. Batang pengaduk
Digunakan mengaduk larutan agar tercampur merata.
         24. Statif
Digunakan untuk dudukan atau tempat corong pisah.
25. pH meter
Digunakan untuk mengukur atau mengetahui pH suatu larutan.
26. Kertas pH
Digunakan untuk mengukur pH atau mengetahui pH suatu larutan.
         27. Botol pengenceran
Botol pengenceran, berupa botol bening kecil yang digunakan untuk mengencerkan.
28. Pencadang
Digunakan sebagai tempat untuk memasukkan sampel mikroba yang akan diukur zona hambatannya.
29. Lumpang dan Alu
Digunakan untuk menggerus sampel padat.

30. Botol coklat                       
Digunakan untuk menyimpan larutan.
31. Kompor gas
Digunakan untuk memanaskan medium dalam penangas air.
34. Deg Glas
Digunakan untuk menutupi objek gelas pada saat pengamatan   dibawah mikroskop.
35. Botol Semprot
Digunakan sebagai wadah aquadest dan alkohol.
36. Corong
Digunakan untuk pemindahan sediaan bentuk dari suatu tempat ke tempat yang lain.
37. Gegep besi
Digunakan pada saat pemijaran diapi.
38. Objek gelas
Digunakan sebagai wadah untuk pengamatan dibawah mikroskop.
39. Mikroskop cahaya
   Digunakan untuk melihat sel-sel atau bagian anatomi dari bakteri.
40. Mikroskop listrik
Digunakan untuk melihat sel-sel atau bagian anatomi dari bakteri.
41. Coloni counter
Digunakan untuk perhitungan mikrtoorganisme secara kuantitas.
42.   Timbagan analitik
Digunakan untuk menimbang bahan-bahan secara kuantitatif dengan standar penimbangan dibawah 50 mg.
 43.  Timbangan o’hauss
                     Digunakan untuk menimbang bahan-bahan secara kuantitatif dengan batas timbangan di atas 50 mg.
44.  Rak tabung
Digunakan sebagai tempat penyimpanan tabung reaksi.
45. Drigal sky
Digunakan untuk meratakan sampel pada medium dengan metode sebar.









BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa :
1.    Alat2 sterilisasi terdiri atas :
a.    autoklaf
b.    oven
c.    inkubator
2.    Alat aseptik terdiri atas :
a.    enkas
b.    LAf  (Laminar air flow)
3.    Alat atau wadah pertumbuhan bakteri :
a.    cawan petri
b.    tabung reaksi
4.    Alat ukur terdiri atas :
a.    Erlenmeyer
b.    gelas ukur
c.    labu ukur
d.    pipet skala
e.    pipet volume
f.     spektrofotometer
g.    jangka sorong

5.    Alat-alat lain:
a.    rak tabung
b.    tabung reaksi
c.    chamber
d.    penotol
e.    kulkas
f.     botol semprot

B.    Saran
Agar asisten lebih spesifik lagi dalam memperkenalkan alat kepada praktikan yang dimana alat-alat tersebut mempunyai kegunaan lain di laboratorium mikrobiologi.













DAFTAR PUSTAKA
Blacksweetheart.,2008,http:/wordpress.com/Pengenalanalat/Blacksweetranger’s/Blog.htm.
Ferdias, S., 1992, Mikrobiologi Pangan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Indra., 2008, http//ekmon-saurus/bab-3-Sterilisasi/.htm .
Lay, B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Moningka,Harvey.,2008,http://harveymoningka.wordpress.com/teknik- laboratorium- pengenalan-alat-dan-bahan/trackback/.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar